COVER

TULISAN

FAFIRRU ILALLOH WA ROSULIHI SAW (LARILAH KEMBALI KEPADA ALLOH SWT DAN ROSULULLOH SAW!!!

Jumat, 07 Juni 2013

Kuliah Wahidiyah II (Mujahadah Kubro Gel. Ibu-Ibu)


Hari Pertama    : Jum’at , 24 Mei 2013
Pukul                   : 22.30 – 24.00
Acara                   : Kuliah Wahidiyah II (Mujahadah Kubro Gel. Ibu-Ibu)
Nara Sumber   : Bapak Ahmad Anik, Anggota Majelis Tahkim Pusat PSW
Isi Materi           :                                                      
Peristiwa Isro’ Mi’roj terdiri 2 kata: Isro adalah perjalanan Rosul dari mekkah ke  masjid Aqso (Baitul Maqdis) di palestina. Sedangkan Mi’roj adalah perjalanan Rosul dari masjidil aqso ke sidrotul Muntaha yang dilakukan tidak sampai 1/3 malam dan akhirnya membawa ibadah Sholat Fardhu yang tadinya 40 waktu menjadi 5 waktu.
Beliau sangat sedih sekembalinya ke mekkah ketika di masjidil harom takut, sahabat / kaum tidak percaya. Tidak lama kemudian kesedihan itu diketahui oleh Abu Jahal dan  mencoba mengorek apa yang telah terjadi. Setelah itu, Abu jahal melihat peluang untuk menjatuhkan Rosul. Dikumpulkanlah orang di mekkah untuk melakukan konfirmasi apakah benar yang dilakukan Rosul. Ada seorang kafir mengkonfirmasi jumlah jendela, pintu? Tapi rosululloh dibantu malaikat jibril dan tergambar “Lihat di Ka’bah” dan rosulpun bisa menghitungnya dengan tepat. Ada 1 orang lagi bertanya berapa jarak dengan gunung, bentuknya, beliau  bisa menjawabnya dengan tepat, ada yang bertanya lagi ada suatu keluarga yang baru saja datang dari sana (masjidil Aqso) apakah Rosul Bertemu? Rosul menjawab dengan tepat.  Namun ada juga orang islam masih belum percaya, ya hidayah itu dari Alloh SWT.
Ada 2 hal yang penting pada peristiwa isra’ mi’raj adalah a. Operasi hati (terjadi 2 x yaitu di waktu kecil dan ketika Isro’ Mi’roj); b. membawa syariat sholat: amal yang paling dicintai oleh Alloh SWT adalah sholat. Banyak kisah sahabat yang perlu kita perhatikan diantaranya sayyidina umar ke kebun kurma, beliau ketinggalan sholat Ashar, maka kebun kurmanya disodaqohkan; ada juga sahabat ketinggalan sholat puasa 1 tahun; sahabat yang lain maka mensodaohkan ½ hartanya dll.
Di samping itu, mengerjakan sholat 1  fardhu lebih utama dari pada puasa sunnah 1000 tahun, dzikir 1000 tahun dan tafakkur 1000 tahun. Namun apabila sholat baik, maka amal yang lain juga baik seperti hadist: “Awwalu ma yuhasabu fii yaumil iyamah Assolah” artinya amal pertama yang dihisab pada hari kiamat adalah sholat.
Sholat merupakan pengabdian manusia kepada Alloh SWT dan sebagai alat Komunikasi dengan Alloh SWT. Rosululloh SAW dalam menyampaikan ajaran tidak berbicara kasar dan mendahulukan akhlakul karimah. Beliau dawuh: “Sungguh celaka manusia yang menjadi hambanya Dirham/Dinar” kemudian : “Siapa yang diingat, itulah tuhannya”  oleh karena itu, manusia yang selalu mengikuti hawa nafsu maka jadi hambanya nafsu itu.
Filosofi Hamba yaitu hidup hanya untuk tuhannya, bukan untuk nafsunya “LILLAH”. Di mana LILLAH yaitu “Imtisalin awairil Liamrillah” artinya melaksanakan perintah Alloh SWT. Ibadah yang paling utama dan umum yaitu sholat. Firman Alloh SWT; “Innas sholaata tanha anil fahsya’i wal mungkar” artinya sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Pencuri yang paling lihai adalah pencuri di waktu sholat, logikanya; kita menghadap Alloh tapi hati kita membelok ke mana-mana.
Ada dawuh: “seandainya manusia tahu keagungan rahmat Alloh swt, maka manusia menyangka tidak akan masuk neraka; tapi apabila tau siksa Alloh swt mereka menyangka tidak akan selamat”. Oleh karena itu, harus seimbang antara takut pada Alloh dan memohon Rahmat Alloh SWT dalam beramal baik.
Nafsu adalah kendaraan iblis dalam mengganggu umat manusia untuk berpaling dari Alloh SWT warosulihi SAW. Iblis tadinya adalah malaikat azazil sudah menjadi penasehat malaikat 20 tahun, pemimpin 2000 tahun dan towaf 14.000 tahun, namun salah 1 x saja ia dilaknat oleh alloh SWT karena tidak mau sujud pada Nabi adam. Sedangkan nabi adam salah 1 x saja diusir dari syurga terus bagaimana dengan kita? Mari kita renungkan.
Kita ingat doa Rosul : “Yaa muqollibal Qulub, tsabbit qolbi ‘ala diinik” artinya duhai dzat Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami atas agama ini. Orang sholeh adalah orang yang bias melakukan hak-haknya kepada Alloh SWT dan kepada Istrinya, sedangkan orang sholehah adalah orang yang taat kepada Alloh swt, suaminya dan menjaga harta dan kehormatan keluarga dan itu semua harus tetap Yukti Kulla dzin haqqin haqqoh. Kepada kaum Ibu, bahwa apabila melaksanakan tugasnya sebagai pendamping suami, nanti akan ditanya 3 hal yaitu:
a.       Lima (Untuk apa? Melaksanakan perintah Alloh apa tidak.)
b.      Kaifa (Bagaimana? Pakai ilmu apa tidak)
c.       Liman (Karena siapa? Karena membahagiakan suami atau yang lainnya)
Ya mudah-mudahan pengajian ini memberikan manfaat, maslahat Fiddiini waddunya wal akhiroh. Amin…amin Yrb.
Jombang, 24 mei 2013   
Penulis
                                                                                                            
H154M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar